Peran Keluarga Penting Untuk Orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS

1 View

Sudah sering membahas mengenai kasus hiv yang sangat luar biasa di indonesia ini, tapi nyatanya stigma tetap melekat sampai saat ini. Odha sebutan dengan pengidap HIV Aids, sering sekali mereka itu hilang kepercayaan diri dalam hidupnya dalam hal apapun. Lalu bagaimana caranya untuk odha tetap percaya diri? dari berbagai kasus, terlebih untuk orang yang baru status HIV nya. Nah! Dari berbagai kasus ini banyak salah satu diantaranya yaitu Faktor Keluarga, dan biasanya konselor atau pihak layanan, menanyakan. Keluarga sudah tahu tentang statusmu? dan nyatanya semua jawaban hampir belum tahu, mungkin karena belum siapnya mereka untuk membuka statusnya ke keluarganya atau memang tidak harus tahu, cukup odha nya saja selagi dia masih sehat. Kembali lagi tentang penyakit HIV yang orang diluar sana mungkin cara pandangnya sangat kritis, penyakit menjijikan, penyakit mematikan, bahkan penyakit aib, dan siapa sih yang tidak depresi ketika baru tahu status? saya yakin semua juga merasakan hal itu, pun dengan cara pengobatannya yang harus meminum obat seumur hidupnya, pasti itu akan menjadi beban baginya. Dan beberapa kasus juga ditemukan salah satu faktor tidak ada dukungan dari keluarga, stigma keluarga, biasanya kasus ini mereka para odha yang awalnya tidak ingin membuka statusnya didepan keluarganya tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya terbuka juga, sangat disayangkan, mereka sudah melakukan therapy pengobatan bertahun-tahun tetapi putus karena tidak ada dukungan dari keluarga. Jadi ada salah satu pertanyaan dari rekan saya, pentingnya terbuka status HIV kepada keluarga ?” wah soal keluarga, ada pepatah mengatakan “Hal paling berharga adalah keluarga”. Lalu apa definisi keluarga sendiri? Saya tidak perlu mendefinisikan arti keluarga, karena mungkin setiap orang mengartikan dan memahaminya berbeda, tapi intinya keluarga adalah orang terdekat kita. Lalu? Pentingkah? saya jawab penting sekali keluarga tahu status HIV, kenapa penting? odha masih bisa hidup dan sehat tanpa diketahui statusnya oleh siapapun. Sudah saya sedikit jelaskan diatas dan mengenai pengobatan yang metodenya itu seumur hidup, beban pastinya. Dengan ketidaktahuan keluarga tentang status HIV itu sangat beresiko menurunkan rasa percaya diri odha tersebut, dikatakan mentalnya terganggu atau depresi, dari berbagai kasus juga odha yang bermasalah putus pengobatan salah satunya faktor keluarga.

Dari permasalahan yang sering terjadi, saya ingin menggaris bawahi satu poin penting. Pentingnya keluarga tahu status HIV mu, agar mendapatkan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat untuk mempercepat proses pemulihan kondisi, baik fisik maupun psikisnya. Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kesehatan. Jika seseorang merasakan hadirnya penyakit ditubuh dan jiwanya, maka iya akan berupaya untuk kesembuhannyaa. Pun sama halnya dengan kasus HIV ini. Maka dari itu pentingnya peran keluarga dalam hal ini. Dari keluarga mengetahui status HIV mu salah satu therapy juga. Untuk pengobatan secara medis sudah ada tentunya dengan therapy ARV, akan tetapi perlu diketahui bukan hanya pengobatan medis saja yang dibutuhkan, tetapi pengobatan psikis yang tentunya keluarga yang sangat berperan disini. Bagaimana meyakinan bahwa dengan keadaan HIV akan baik baik saja dan mempunyai hak yang sama.

  1. Memang peran keluarga itu sangat penting dalam hal apapun, terlebih dari pemaparan diatas, mengenai salah satu penyakit yang sedang trend di indonesia ini, sangatlah penting untuk para odha mendapat dukungan penuh dari keluarga dan orang orang terkdekat.

    1. tidak hanya peran dari keluarga namun peran dari lingkungan dan orang-orang disekitar pun sama pentingnya, seperti kamu pun memiliki peran yang cukup peting dalam memberikan dukungan kepada orang yang hidup dengan HIV

  2. Keluarga saya sudah tahu jika saya HIV. Tapi tahunya mereka malah menjadikan bumerang bagi saya. Mereka malah stigma. Keluarga saya berlatar belakang dengan karakter keras kepala dan agama yang konservatif. Saya pernah menjelaskan tapi mereka acuh dan tetap menhakimi saya. Itu bagaimana solusinya, ya, min? Mudah2an gak ada odha lain yang sama atau lebih parah dengan keadaan saya ini.

    1. keluarga yang konservatif dan keras kepala memang tidak mudah untuk dapat memberikan penjelasan terkait dengan status HIV kita namun bukan berarti itu tidak dapat dilakukan, percaya pada satu hal bahwa bagaimana pun keluarga adalah satu-satunya jalan terdekat dan tempat pertama yang dapat kita jadikan pegangan disaat kita mengetahui status kita positif HIV.

      mimin mungkin bisa membantu dengan memperkenalkan beberapa konselor yang mungkin dapat membantu kamu untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya ketika seseorang itu terinfeksi virus HIV.

      kamu bisa menghubungi hotline puzzle indonesia di +62 851-5708-3380 via Whatsapp

    2. keluarga pada dasarnya akan beragam menerima keadaan dari status kita karena tidak semua keluarga di indonesia memiliki pemikiran yang cukup terbuka dengan isu HIV dan AIDS, mimin tahu memang tidak mudah untuk hadapi itu namun kaka harus bisa tenang dan bersabar karena nanti bagaimana pun keluarga kita akan menerima status kita dan mau mendukung pengobatan terapi ARV yang kita jalanin.

  3. Emang tidak semudah teori untuk menjelaskan status kpd lingkungan kita termasuk keluarga.apalg dilngkungan pekerjaan, yg kebetulan bergerak dibidang makanan atau minuman, sangatlah besar tantanganya.Tidak semua orang punya stigma positif tentang odha. Berhati2lah untuk membuka diri.

8 comments

Perkumpulan Puzzle Indonesia adalah sebuah pusat informasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat khususnya HIV dan AIDS

Supported by :

Hubungi Kami

Basecamp Perkumpulan Puzzle Indonesia
JL. Desa Gg Desa 1 No. 25 RT 03 RW 02
Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong
Bandung 40283 Jawa Barat

022-20541982

info@puzzleindonesia.com