Hidup Bersama HIV dari pada Kalah Bersamanya

668 Views

Namaku Boris, usiaku 25 tahun. Aku adalah seorang gay dan aku telah di diagnosis HIV sejak usiaku 19 tahun.
Selama hidupku aku belajar tentang HIV – dan aku sangat sadar akan hal itu. Berkat test setiap 6 bulan sekali aku di diagnosis lebih awal. Aku diberikan saran untuk melakukan therapy antiretroviral atau ARV. Aku mengambil resep ke pharmacy, mengambil obat dan pulang kerumah.
Aku teramat sangat takut dan menyadari bahwa aku tidak sadar akan apa yang akan terjadi kepadaku. Dikemudian hari aku kembali menemui dokter dan mengatakan kepada mereka bahwa aku ingin menunda proses pengobatan. Aku sangat putus asa dan tidak bisa melihat diriku menjalankan pengobatan untuk seumur hidupku atau setidaknya hingga mereka menciptakan obat untuk HIV.
Sebagai seseorang yang selalu menjaga kesehatan tubuhku, aku mulai belajar lebih dalam tentang HIV. Aku membaca artikel, studi ilmiah dan banyak buku tentang hal tersebut dan menyadari inilah dia – tak ada jalan untuk kembali.
Setelah hampir tiga tahun aku tidak menjalankan pengobatan, dan malam tanpa tidur nyenyak serta kesedihan, aku akhirnya memutuskan untuk berhenti membiarkan hal tersebut mengalahkanku. Aku bahkan tak tahu bagaimana tapi aku menemukan kekuatan di dalam diriku dan mulai kembali pergi untuk menemui dokter. Mereka mulai menempatkanku dalam pengobataan antiretroviral dimana aku sekarang telah menjalaninya hingga dua tahun.
Aku ingin memberikan saran kepada semua orang yang tidak yakin untuk pergi dan melakukan test HIV, dan selalu menggunakan perlindungan, walaupun kamu “melakukannya” dengan “seseorang yang kamu tahu”. Lakukanlah test secara teratur, dengan begitu kamu akan tahu akan status HIV-mu.
Walaupun hasil test mu positif, jangan biarkan dirimu “dikalahkan” oleh hal tersebut. Aku tahu kamu pasti akan sering diberitahu tentang hal tersebut tapi aku bisa dengan percaya diri mengatakan bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya. Jalankan pengobatanmu dan dengarkan saran dari doktermu. Mereka ada disana untuk menolongmu untuk melalui semua proses tersebut.
Dan jika kamu membaca ini dan merasa “sendiri”, ketahuilah satu hal: Ada seorang laki-laki bernama Boris yang akan selalu mendukungmu dan selalu mensupportmu untuk melakukan hal yang benar. Love you!
————————————————————–
What We Say: Boris membutuhkan tiga tahun untuk berdamai dengan diagnosisnya dan kenyataan barunya untuk hidup dengan HIV. Ia menemukan jalannya dengan belajar dan mengambil keputusan untuk hidup dengan HIV dari pada harus “dikalahkan” oleh hal tersebut. Dia sekarang mulai percaya diri dengan keputusannya dan ingin memberikan pengalamannya dan mensupport orang lain, termasuk fakta bahwa semakin cepat kamu melakukan pengobatan, semakin sehatlah kau menjadi.

*Cerita pribadi ini telah dikirimkan kepada kita secara “anonymous” oleh individu yang menggunakan situs www.avert.org. Beberapa cerita telah diedit untuk tujuan kejelasan. Beberapa nama telah diubah untuk meindungi identitas pribadi.
Translate Oleh: Reza “Egodde” Permadi
Sumber cerita: https://www.avert.org/living-with-hiv/stories/boris

No comments

Perkumpulan Puzzle Indonesia adalah sebuah pusat informasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat khususnya HIV dan AIDS

Supported by :

Hubungi Kami

Basecamp Perkumpulan Puzzle Indonesia
JL. Desa Gg Desa 1 No. 25 RT 03 RW 02
Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong
Bandung 40283 Jawa Barat

022-20541982

info@puzzleindonesia.com