Tak Apa Untuk Takut, Yang Penting Adalah Mendapatkan Dukungan

532 Views

 

Umurku 12 tahun saat ayahku didiagnosa Pneumonia dan ibuku ditest HIV dengan mendapatkan hasil yang positif. Lalu ayahku meninggal dikarenakan AIDS pada saat aku berusia 18 tahun.

Aku yang pertama mengakui bahwa hidup dengan orang tua dengan HIV positif itu sungguh menyakitkan dan mimpi buruk yang membuatku merasa terisolasi dan emosional.

Aku membenci ayahku karena tidak jujur dari awal tentang orientasi seksualnya. Aku menolak untuk datang ke pemakamannya. Di mataku, dia sudah meninggal jauh sebelum jiwanya meninggalkan dunianya.

Saat usiaku 30 tahun sekarang, ibuku masih hidup karena sudah patuh untuk menjalankan terapi obat ARV. Dan aku pun sudah memaafkan almarhum ayahku.

Aku menyadari, jika aku jujur dengan orang lain terkait situasiku, orang lain tidak sekebal yang aku kira sebelumnya. Aku berharap anak-anak lain yang menyembunyikan cerita tentang orang tuanya sepertiku, tidak mengisolasi dirinya. Seperti apa yang sudah aku lakukan.

Aku berharap mereka tahu, it’s okay untuk menceritakan kisah mereka dan menceritakan bagaimana perasaan mereka karena mereka juga terpengaruh oleh penyakit ini seperti orang tua mereka.

It’s okay untuk merasa kesal, marah, tersakiti ataupun takut karena yang paling penting adalah mendapatkan dukungan.

Dengan begitu kamu bisa mengatasinya dan tahu bahwa kamu tak merasa sendiri.

 

Sumber Avert.org. Dikirim secara anonymous.

No comments

Perkumpulan Puzzle Indonesia adalah sebuah pusat informasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat khususnya HIV dan AIDS

Supported by :

Hubungi Kami

Basecamp Perkumpulan Puzzle Indonesia
JL. Desa Gg Desa 1 No. 25 RT 03 RW 02
Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong
Bandung 40283 Jawa Barat

022-20541982

info@puzzleindonesia.com