ODHA dan Olahraga

817 Views

Olahraga untuk ODHA yang baik seperti apa sih … ???

Pasang 2 alarm

Mungkin akan terasa berat untuk bangun pagi pada tahap awal saat kamu baru memulai berolahraga. Pastikan kamu dapat bangun tepat waktu, pasang 2 alarm dan letakkan jauh dari tempat tidur. Alarm pertama memberi tahu bahwa kamu masih memiliki beberapa menit untuk tidur dan alarm kedua untuk benar-benar membangunkan kamu.

Makan dan minum yang benar

Minum cukup cairan sangat penting saat kamu berolahraga. Air dapat menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. Ingatlah bahwa teh, kopi, soda, cokelat atau alkohol berbahaya dan dapat menyebabkan kamu kehilangan cairan tubuh. Jangan makan dengan porsi besar sebelum berolahraga. Cobalah untuk makan selama 1 jam pertama setelah sesi olahraga untuk menggantikan cadangan tenaga tubuh. Mengonsumsi cemilan seperti apel atau roti gandum lapis isi selai kacang sebelum berolahraga dapat meningkatkan tenaga.

Nutrisi yang tepat juga sangat penting. Dengan peningkatan aktivitas, kamu akan perlu mengonsumi lebih banyak kalori untuk menghindari penurunan berat badan. Kamu dapat menyiapkan sarapan yang lezat pada malam sebelumnya dan menghangatkannya di microwave pada pagi hari. Hal ini dapat membuat kamu lebih semangat untuk olahraga. Memikirkan sarapan yang bergizi setelah berolahraga dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Pilihlah aktivitas yang di sukai

Pilihlah kegiatan yang kamu nikmati. Baik itu yoga, berlari, bersepeda atau olahraga lain. Melakukan sesuatu yang kamu sukai dapat mendorong kamu untuk tetap rutin berolahraga. Ambil waktu istirahat untuk jalan-jalan santai.

Kamu dapat mulai dengan olahraga ringan dan meningkatkan intensitasnya saat kondisi kesehatan membaik. Apabila tingkat kebugaran kamu sudah baik, kamu dapat mengikuti olahraga kompetitif. Tenang saja, berpartisipasi dalam olahraga kompetitif atau tim tidak memiliki resiko penularan virus hiv pada atlit lain dan pelatih.

Jangan berlebihan

Program olahraga dengan cukup akan meningkatkan komposisi tubuh dan meminimalisir risiko kesehatan. Pada awalnya, cukup olahraga dengan perlahan dan atur jadwal olahraga dalam aktivitas sehari-hari kamu. Olahraga berlebih dapat menyebabkan efek berbahaya pada kesehatan kamu.

Berolahragalah setidaknya 20 menit, 3 kali seminggu, semampu kamu. Rutin berolahraga dapat menggenjot tingkat kebugaran tubuh sehingga kamu akan merasa lebih baik.Begitu kekuatan dan tenaga sudah dirasa meningkat, cobalah tambah waktu berolahraga. Misalnya, 5 menit hingga 1 jam, 3-4 hari seminggu.

Olahraga juga merupakan salah satu metode terapi HIV yang dapat meningkatkan sistem imun kamu.

Olahraga juga mungkin lebih berguna daripada pengobatan dalam hal tertentu, terutama mendukung pikiran yang positif.

Jadi, mengapa kamu tidak olahraga mulai dari sekarang?

No comments

Perkumpulan Puzzle Indonesia adalah sebuah pusat informasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat khususnya HIV dan AIDS

Supported by :

Hubungi Kami

Basecamp Perkumpulan Puzzle Indonesia
JL. Desa Gg Desa 1 No. 25 RT 03 RW 02
Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong
Bandung 40283 Jawa Barat

022-20541982

info@puzzleindonesia.com