Buka Mata, Hati dan Telinga untuk Kasus Bunuh Diri.

823 Views

1. Kenapa pemikiran bunuh diri bisa terjadi?
Pemikiran bunuh diri bisa terjadi karena ingin mencari jalan pintas karena berusaha menghidar dari beragam masalah hidup.

Tindakan untuk menghilangkan nyawa sendiri alias bunuh diri yang paling sering dilakukan seperti meminum racun atau obat agar berusaha mengalami overdosis, gantung diri, menggunakan beda tajam untuk menyakiti diri sendiri hingga berbagai cara lainnya.

Perlu disadari kalau perilaku bunuh diri ini bisa terjadi pada siapa saja, baik itu orang dewasa maupun pada usia remaja.

2. Kenali tanda bahaya dari perilaku bunuh diri
Menurut American Association of Suicidology ada tanda bahaya yang mudah dikenali dari perilaku bunuh diri. Peringatan ini bisa dijadikan acuan dalam melihat orang-orang yang disayangi dan mencegah mereka melakukan tindakan bunuh diri.

Ingat selalu kata-kata “IS PATH WARM” dan mulai kenali tanda bahayanya.

I – Ideation (pembentukan ide awal saat berkeinginan untuk bunuh diri
S – Substance abuse (penyalahgunaan substansi, seperti minuman atau obat-obatan)
P – Purposelessness (kehilangan arah tujuan hidup)
A – Anxiety (kecemasan karena banyak pikiran, sehingga mudah sekali putuh asa)
T – Trapped (terperangkap dalam perasaan yang mengganggap setiap masalah tidak memiliki jalan keluar)
H – Hopelessness (mudah putus asa karena tidak melihat masa depan yang indah)
W – Withdrawal (kecenderungan menarik diri dan menjauh dari lingkungan sekitar)
A – Anger (seringkali menunjukkan kemarahannya terhadap situasi yang kurang menyenangkan)
R – Recklessness (sering melakukan kecerobohan dan aktivitas berbahaya lainnya tanpa memikirkan konsekuensi yang bisa terjadi)
M – Mood change (mudah mengalami perubahan suasana hati secara berlebihan)
Kata-kata “IS PATH WARM” perlu diingat sebagai acuan, sehingga lebih mudah memahami tanda bahaya dari orang-orang sekitar yang berniat melakukan tindakan bunuh diri.

3. Selalu ada pemicu untuk melakukan perilaku bunuh diri
Setiap tindakan yang dilakukan manusia pasti selalu ada tujuan dan faktor pemicunya.

Dalam melakukan perilaku bunuh diri, masalah atau faktor-faktor inilah yang menyebabkan seseorang menjadi yakin untuk segera mengakhiri hidup. Padahal jalan pintas dengan melakukan bunuh diri seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru akan menimbulkan masalah baru dan memberi luka terhadap orang-orang yang ditinggalkan.

Semoga informasi ini mengenai perilaku bunuh diri ini semakin membukakan mata banyak orang dan lebih meminimalisir banyaknya korban.

Di tahun 2018 ini, Hari Pencegahan Bunuh Diri mengusung sebuah tema tersendiri yakni “Berupaya Bersama untuk Pencegahan Bunuh Diri”.

Tema ini sangat bagus untuk dibagikan kepada masyarakat dunia karena perilaku bunuh diri harus bisa dicegah agar semakin mengurangi permasalahan yang ada. Setiap orang berhak peduli dan memperhatikan orang-orang tercinta yang memiliki masalah berat agar tidak berujung mengakhiri hidupnya.

Perilaku bunuh diri sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan penyakit kejiwaan, namun ada kemungkinan kurang bisa mengelola emosinya sendiri. Tema ini Hari Pencegahan Bunuh Diri ini rencananya akan dipertahankan terus sampai tahun 2020.

No comments

Perkumpulan Puzzle Indonesia adalah sebuah pusat informasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat khususnya HIV dan AIDS

Supported by :

Hubungi Kami

Basecamp Perkumpulan Puzzle Indonesia
JL. Desa Gg Desa 1 No. 25 RT 03 RW 02
Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong
Bandung 40283 Jawa Barat

022-20541982

info@puzzleindonesia.com