Chemsex & HIV

445 Views

Chemsex biasanya disebut dengan Chemfun, Hifive, Party and Play atau PNP. Menggunakan obat untuk Chemsex berbeda dengan meminum alkohol atau mengkonsumsi obat untuk rekreasi.

Apaan sih Chemsex itu?
Chemsex melibatkan kegiatan mengkonsumsi obat-obatan untuk menambah sensasi saat melakukan kegiatan seksual. Biasanya orang-orang yang melakukan hal tersebut, untuk menambah sensasi fisik yang mereka miliki, selama melakukan kegiatan seksual (menambah kenikmatan dan kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan seksual lebih lama), atau untuk mengganti pengalaman psikologis mereka (menambah rasa percaya diri atau menghilangkan hambatan).

Durasi Chemsex dapat bertahan selama berjam-jam pada suatu waktu dan sering kali dilakukan dengan beberapa pasangan seks (contoh pada saat pesta), tetapi bisa juga hanya melibatkan pasangan atau hanya sekedar masturbasi. Itu sangat biasa dilakukan pada kalangan kaum gay, tetapi kaum straight-pun juga sering menggunakan obat-obatan dan alkohol, untuk menambah sensasi seks. Akan ada pula risiko kesehatan seksual untuk mereka yang melakukannya.

Obat-obatan apa yang sering dikonsumsi saat melakukan Chemsex?
Ada beberapa obat-obatan yang digunakan saat melakukan Chemsex:
• Gammahydroxybutyrate/gammabutyrolactone (atau lebih dikenal dengan GHB/GBL, G atau Gina)
• Gephedrone (meph atau meow)
• Crystal methamphetamine (sabu-sabu)
• Poppers

Obat-obatan tersebut bisa dikonsumsi sendiri atau dikonsumsi bersama dengan alkohol atau obat-obatan lain (seperti kokain atau ecstasy)

Apa resiko melakukan Chemsex?
Obat-obatan chemsex mengubah perilaku dan perasaan kalian. Ketika kamu mencampurkannya dengan seks, kamu bisa meningkatkan resiko tertular HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) dalam beberapa cara:
• Dengan lebih sedikitnya hambatan fisik, kamu cenderung lupa untuk menggunakan kondom walaupun sebelumnya kamu berniat untuk memakainya.
• Kamu mungkin tidak akan mengingat apa yang kamu lakukan ataupun apakah kamu sudah menggunakan kondom.
• Karena lamanya sesi kamu mungkin lupa untuk mengkonsumsi  pengobatan pre-exposure prophylaxis (PrEP), itu akan membuatmu lebih rentan terkena HIV, jika kamu tidak menggunakan kondom.
• Jika kamu mengidap HIV, kamu mungkin lupa untuk mengkonsumsi ARV, dimana hal tersebut membantu menjaga virusmu tidak terdeteksi (undetectable) dan mencegah menularkan HIV kepada pasanganmu.
• Saat kamu melakukan seks dengan orang asing (seperti saat kamu melakukan One-Night Stands yang kamu kenal lewat sosial media atau internet) dan kamu mungkin telah melakukan seks dengan banyak pasangan. Hal tersebut bisa meningkatkan kemungkinan untuk terinfeksi HIV dan IMS.
• Kamu mungkin akan memaksakan melakukan seks dari biasanya, karena efek obat bius dari obat obatan yang kamu konsumsi seperti GHB. Selaput anus yang sangat tipis sangat mudah teruka bahkan robek saat melakukan seks anal tanpa pelicin (lubricant), meningkatkan resiko terkena infeksi HIV dan IMS, termasuk hepatitis C.
• Jika kamu khususnya melakukan kegiatan seksual dengan durasi yang lama, kamu mungkin tidak memikirkan saat mengakses pengobatan profilaksis pasca pajanan darurat (PEP) untuk mencegah penularan HIV hingga terlambat. PEP hanya bekerja jika dikonsumsi selama 72 jam sejak terinfeksi.
• Kamu mungkin menyuntikan mephedrone atau crystal meth dengan menggunakan jarum suntik secara bergantian (atau dikenal sebagai membanting), hal tersebut meningkatkan risiko terinfeksi baik HIV dan hepatitis C.

Obat-obatan yang digunakan saat melakukan Chemsex juga mempunyai risiko lain terhadap kesehatan. Mudah sekali mengkonsumsi terlalu banyak obat GHB. Ini akan mengakibatkan “pingsan”, hal tersebut membuatmu rentan terkena kekerasan seksual. Apapun situasinya, dan obat-obatan apapun yang telah kau konsumsi, ingatlah jika kekerasan seksual tersebut tidak bisa diterima dan itu bukanlah salahmu.

Obat-obatan Chemsex mengubah bagaimana perasaanmu, terkadang dengan cara yang tak diinginkan. Itu bisa membuatmu pusing, paranoid atau ketakutan dan dalam beberapa kasus kamu kehilangan sentuhan dengan kenyataan dan mempunyai halusinasi yang sangat meyakinkan.

Hal itu juga biasa untuk mengalami ‘comedown’ setelah melakukan Chemsex, dimana mereka merasa depresi atau low. Beberapa pengobatan anti-HIV diketahui telah memiliki efek buruk ketika berinteraksi dengan obat-obatan Chemsex. Khususnya ada beberapa kasus kematian yang dihasilkan oleh interaksi antara ritonavir dan crystal meth.

Bagaimana kita bisa mengurangi risiko dari Chemsex?
Beberapa orang menikmati menjelajahi mereka melalui Chemsex, namun mengkonsumsi obat-obatan tentunya tidak sepenuhnya aman. Jangan pernah membiarkan siapapun memaksamu untuk melakukan apapun yang tak kau inginkan.

No comments

Perkumpulan Puzzle Indonesia adalah sebuah pusat informasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat khususnya HIV dan AIDS

Supported by :

Hubungi Kami

Basecamp Perkumpulan Puzzle Indonesia
JL. Desa Gg Desa 1 No. 25 RT 03 RW 02
Kel. Babakansari Kec. Kiaracondong
Bandung 40283 Jawa Barat

022-20541982

info@puzzleindonesia.com