puzzleindonesia.com – Bima, yang didirikan oleh Sultan Abdul Kahir pada tahun 1625 M, adalah bagian dari Kabupaten dan Kota Madia di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bima, juga dikenal dengan nama Mbojo, terletak di ujung timur pulau Sumbawa. Sejak tahun 2006, wilayah Bima dibagi menjadi dua wilayah pemerintahan, masing-masing dengan kepala pemerintahan sendiri.

Di bidang pendidikan, Bima terus berusaha mengejar daerah lain di Indonesia yang telah lebih dulu mempersiapkan sarana dan prasarana Perguruan Tinggi. Sampai saat ini, di Dana Mbojo sudah ada lebih dari 10 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang kualitasnya setara dengan Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia.

Pulau Sumbawa, dengan luas wilayah 15.414,37 Km2, terdiri dari 3 kabupaten dan 1 Kota Madia, yaitu Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, dan Kota Madia Bima.

Meskipun wilayah Bima sudah dibagi menjadi dua wilayah pemerintahan, kegiatan utama kedua Kepala Pemerintahan Daerah masih berada dalam wilayah Kota Bima. Seiring dengan pertumbuhan dan peningkatan jumlah penduduk, pemerintah Kabupaten terus berbenah diri di bidang pendidikan.

Tokoh pendidikan Kabupaten Bima pada era orde baru sangat peka terhadap perkembangan dunia, khususnya pendidikan perguruan tinggi. Salah satu bukti nyata dari pemikiran cerdas tokoh-tokoh intelektual waktu itu adalah persiapan sarana dan prasarana pendidikan tingkat perguruan tinggi. Saat ini, masyarakat Dana Mbojo sudah merasakan hasil dari kerja keras para pendiri Perguruan Tinggi. Beberapa tokoh pendiri Perguruan Tinggi saat itu antara lain H. Oemarharoen, Jamaluddin Adam, H. M. Jafar Amin, H. Ibrahim Ahmad, dan lainnya.

Sebelum tahun 80an dan bahkan hingga 90an, tujuan utama para lulusan Sekolah Menengah Atas/Sederajat untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi adalah harus keluar daerah. Tujuan para lulusan SMA Bima antara lain Pulau Sulawesi, Pulau Jawa dan Pulau Lombok, NTB.

Yayasan Pembina Pendidikan Mbojo (YPPM) – STISIP Mbojo Bima dan Yayasan IKIP Bima – STKIP Bima merupakan pelopor berdirinya Perguruan Tinggi Swasta di Dana Mbojo. Sampai tahun 2012, di Kota Bima sudah berdiri dan tersedia Perguruan Tinggi Swasta dengan berbagai disiplin ilmu. Perguruan Tinggi Swasta di Dana Mbojo tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi lebih pada mencetak sumber daya manusia berkualitas tinggi.

1. STISIP (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) MBojo Bima

STISIP (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Mbojo Bima, yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat, adalah sebuah institusi pendidikan yang telah membuktikan dirinya sebagai pusat keunggulan dalam bidang ilmu sosial dan ilmu politik.

Dengan misi untuk menciptakan generasi baru pemimpin dan pemikir dalam bidang ilmu sosial dan politik, STISIP Mbojo Bima berfokus pada pengembangan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang penting dalam bidang ini. Visinya adalah untuk menjadi institusi pendidikan yang unggul yang menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi secara signifikan pada masyarakat dan negara.

Dengan kurikulum yang dirancang dengan cermat, STISIP Mbojo Bima menjamin bahwa mahasiswa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek ilmu sosial dan politik. Kurikulum ini mencakup berbagai topik, dari teori politik hingga isu-isu sosial kontemporer, memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang luas dan beragam.

Di STISIP Mbojo Bima, pengembangan mahasiswa adalah prioritas utama. Selain pendidikan akademis, institusi ini juga menawarkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program pengembangan diri yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan, berpikir kritis, dan lainnya.

2. STKIP (Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan)

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) adalah institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

STKIP menawarkan kurikulum yang komprehensif yang mencakup berbagai bidang pengetahuan dan keterampilan yang penting bagi calon pendidik dan profesional pendidikan. Kurikulum ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa untuk tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan modern.

STKIP dibentuk dengan visi untuk menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam mempersiapkan pendidik dan profesional pendidikan yang berkualitas dan berdedikasi. Misinya adalah untuk menyediakan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, penelitian inovatif, dan layanan kepada masyarakat yang efektif.

STKIP menyediakan fasilitas modern dan up-to-date untuk mendukung proses belajar mengajar. Ini termasuk perpustakaan yang luas, laboratorium komputer, ruang kelas yang nyaman, dan area belajar lainnya.

3. STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum) Muhammadiyah Bima

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima adalah institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada studi hukum dan berdedikasi untuk menyediakan pendidikan hukum yang berkualitas di Indonesia, khususnya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

STIH Muhammadiyah Bima berupaya menjadi pusat pendidikan hukum yang unggul, dengan visi untuk mencetak lulusan yang berkompeten, professional, dan memiliki integritas moral yang tinggi. Misi institusi ini adalah untuk menyediakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, melakukan penelitian yang berkontribusi pada perkembangan ilmu hukum, dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan masyarakat

STIH Muhammadiyah Bima adalah tempat di mana setiap mahasiswa merasa dihargai dan didukung. Dengan ukuran kelas yang kecil dan lingkungan belajar yang ramah, mahasiswa mendapatkan perhatian individu dan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil.

4. STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima adalah institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan ekonomi di Indonesia, khususnya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

STIE Bima didirikan dengan visi menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan ekonomi, berupaya mencetak lulusan yang berkompeten, inovatif dan berintegritas. Misinya adalah untuk menyediakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, melakukan penelitian yang berdampak dan berpartisipasi aktif dalam pengabdian masyarakat.

STIE Bima menyediakan fasilitas belajar modern dan up-to-date untuk mendukung proses belajar mengajar. Ini termasuk perpustakaan yang luas, laboratorium komputer, ruang kelas yang nyaman, dan area belajar lainnya.

5. AKPER (Akademi Perawatan dan Kebidanan) Harapan Bunda

Akademi Keperawatan dan Kebidanan Harapan Bunda (AKPER Harapan Bunda) adalah institusi pendidikan yang berdedikasi dalam menyediakan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dalam bidang perawatan dan kebidanan. Berlokasi di Bima, Nusa Tenggara Barat.

AKPER Harapan Bunda didirikan dengan visi untuk menjadi institusi pendidikan unggulan dalam bidang perawatan dan kebidanan, dengan misi untuk mempersiapkan profesional medis yang berkompeten, berdedikasi, dan berempati kepada pasien.

Di AKPER Harapan Bunda, pengembangan mahasiswa adalah prioritas utama. Selain pendidikan akademis, institusi ini juga menawarkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program pengembangan diri yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan lainnya.